Guinness Arthur Day 2011 Pt. 2 – The Script (A story about a Successful EX- Boys Band)

The Script is one the most memorable band for me for personal reasons  hahahaha, esp they always remind me about my friendship with my friends in previous Office, Kompas Gramedia ! Bahkan kayanya The Script ini sudah melekat banget ke nama saya, sampai2 boss-pun ikutan meledek saya dengan lagu2 dari The Script dan puncaknya adalah saat hari terakhir saya resign, my great friends sang me The Script song – The Man who cant be moved for me🙂

Well, it’s not about my personal stories, let we talk about The Script and how was their performances last night in Guinness Arthur’s Day 2011! Kalau kita iseng baca tentang  The Script , no wonder acara Guinness Arthur’s Day ini penting buat mereka, karena awalnya Danny O’Donoghue & Mark Sheehan ketemuan lagi untuk membahas interest mereka tentang American Music Black Music di sebuah club bernama The Liberty di Dublin di area Guinness Brewery !!

Danny & Mark in My Town

Cerita unik tentang The Script adalah awalnya Danny dan Mark ini tergabung dalam boyband yang bernama My Town yang punya single yang pernah gw denger tahun 2000-an judulnya Party All Night di Indonesia sendiri My Town dikira sama dengan Old Town yang kebetulan lebih beken di sini ! Tahun 2011 sehabis ngeluarin 1 album dan 3 singles, My Town pun bubar kabeh .. Nah si Danny and Mark ketemuan lagi di club The Liberty itu dan mereka mengukuhkan niat untuk buat 1 band berdasarkan minat mereka yaitu Black Music, mereka sampai trip ke Canada juga bertemu dengan beberapa Musisi R&B terkenal seperti Montell Jordan. Objective music mereka pun berubah ketika merekrut drummer , Glen Power !

Lagu awal The Script memang sangat identik dengan kesedihan, dan alasan utama mereka adalah mereka bilang bahwa semua kebahagiaan itu berawal dari kesedihan, ditambah memang awal saat mereka menulis lagu banyak kehilangan yang mereka hadapi. Diawali dengan kematian dari Ibu Mark dan disusul 4 bulan kemudian dengan kepergian Ayah dari Danny akibat Heart-Attack. Dari kejadian2 itulah yang membuat Album pertama The Script penuh dengan rasa pain, bahkan Danny  pernah mengatakan bahwa di lagu We Cry adalah contoh lagu yang tanpa harapan , he said cause not everybody’s life is full of hope. There are not always roses at the end..”

Dan mulailah 2 album pun keluar dari Band ini yang pertama adalah The Script dan disusul dengan Science & Faith. Jujur sulit memilih lagu favorit dari Album-album ini karena semuanya enak didengar dan punya tema sendiri ! Nampaknya Danny dan Mark juga masih memiliki talent Boys Band + influence yang mereka dapat dari Black Music, mereka sering menggunakan Rap dalam lagu2 The Script, ini yang membuat pop-alternative mereka agak berbeda dari yang lain, dan punya ciri khas tersendiri.

The Script in Jakarta

12 November 2011, The Script pun manggung di Indonesia dengan dibuka dengan penampilan band-band Indonesia yang gak kalah bagusnya, lagu pertama adalah You Wont Feel a Thing dari album Science & Faith , jujur penampilan mereka rapih banget dari lagu per lagu. Konser pun semakin enak untuk dinikmati apalagi saya pergi dengan 2 orang sahabat saya yang bener-bener ngerti musik dan hafal dari A-Z lagu The Script, Tangga dan Ruby ! Kita bertiga punya lagu favorit yang sama yaitu Exit Wounds, dan sama-sama berharap lagu ini dibawakan sebagai penutup dari konser ini ..

Kita bertiga juga susah dan seneng bareng di konser ini, ditambah lagi banyak orang-orang di sekitar kita yang ganggu banget dengan teriak-teriak di kuping meneriakan nama Danny dengan histeris (Well, as penikmat musik yang menikmati musik, sangat terganggu karena we don’t give a shit tentang tampang2 personel The Script), atau juga anak ABG disamping kita yang sibuk buka lirik di Blackberry untuk nyanyi bareng dan sambil terbata-bata bernyanyi karena dasarnya juga mereka ga tau lagunya *tepok jidat*.

Ada  hal-hal yang gw amati dari penampilan LIVE The Script ini :

Glen Power
  • Glen Power is relly a cool Drummer! gillaaa tuh orang makan metronom atau apa ya, bisa konstan semua temponya, tone-nya juga kuat dan bulat ditambah lagi dia sambil nyanyi… Well groove this band bener-bener ada ditangan si Glen
  • The Script adalah tipe band yang gak mengubah bagan lagu-lagu yang dibawakan , mereka sedikit memberi improvisasi di intro lagu, tapi tidak ada improvisasi yang meriah ditengah-tengah atau ending lagu seperti Incubus atau Jimmy Eat World yang pernah saya tonton tahun ini .

    Mark Sheehan
  • Mark adalah personel yang paling talkactive, dia bahkan mengambil cell-phonenya dan memfoto penonton + lagsung update as a twwet-pic , as usual ther’s initial there, M .
  • Danny – the vocalist, suaranya sangat pop sekali, memang dia kurang kuat sebagai penyanyi pop-alternative, tapi kemampuannya nge-rap + beberapa vibrasi membuat penampilannya menarik. Memang masih berasa sekali nuansa-nuansa nyanyian nge-pop dari penampilannya, tapi dia ini benar entertainer sejati ..

    Danny Versus Jordan Knight
  • One last thing but less important, I think Danny O’Donoghue mirip dengan Jordan Knight hahahaahahah

Sadly 3 lagu favorite gw : : Live Like We’re Dying, This=Love dan Exit Wounds gak dibawakan, tapi saya cukup puas dengan konser malam itu karena The Script adalah band yang penuh kenangan buat saya, sehingga penampilannya malam itu sungguh sangat berarti hahahaah. Mungkin buat saya segala sesuatu yang tidak menyenangkan di tahun ini dan tahun lalu, berhasil ditutup dengan The Script yang tampil di Jakarta, like they said : “We’re gotta live like we’re Dying”, so always seize the day, people !!

Me , Ruby and Tangga - The Script Concert

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s