The Awful Truth: Will you say the Truth, people?

Topic  hari ini sebenarnya terinspirasi dari beberapa kejadian yang saya alamin akhir2 ini, dimana saya harus dihadapkan dengan pertanyaan-pertanyaan orang2 terdekat tentang suatu hal yang yaaah maybe jawabannya mungkin tidak memuaskan untuk mereka.

Sex and The City Crew

Kemarin malam saya kembali melakukan Marathon nonton serial Sex and The City, serial ini adalah salah satu serial favorite saya. Ada 1 episode yang saya ingat dimana, Carrie sedang mengunjung rumah sahabat lamanya dari kuliah,Susan dan ternyata sahabatnya itu memiliki suami yang manic depressive dimana tempernya bisa berubah setiap saat . Saat Carrie sedang berada dirumah Susan, her husband was yelled at her because they woke  him up .. Susan contacted Carrie and asking, what does he thinks about her husband ?! and Carrie was torn apart between telling the truth that her husband is a domineering violent freak or respect Susan feeling by telling her , he is all right ?!

Well well well, kita pasti sering banget mengalami hal seperti ini, dan saat pertanyaan yang mengharuskan kita menjawab jujur , kita selalu pastinya berpikir berkali-kali efek dari jawaban kita, akankah mempengaruhi orang tersebut atau tidak ..

Someone told me before, Some things are better left unsaid, ada saatnya kita perlu berbicara yang jujur, ada saatnya juga kita perlu tahu menyembunyikan fakta atau kebenaran. We can call it white lies.. what is the definition of white lie ? I think white lie is   a harmless fib (it should be ya) or a small untruth, often done to spare someone’s feelings or for some other diplomatic reason. Some white lies save relationships, some ease a hectic situation, and others buy us time.

How many times do we tell white lies to people that close to us? I guess all of us have their own answer. Mungkin benar ada saatnya kita mencoba untuk menghargai perasaan orang lain dengan memilih untuk tidak mengatakan kebenaran, tapi yang harus kita pertimbangkan lagi adalah apakah kebenaran tersebut benar-benar dibutuhkan dia ? atau itu hanya ego dari kita semata untuk membuat kita lega untuk mengatakan pendapat kita yang sebenarnya !

Robert & Amy was shocked because of Marrie

Kenapa saya mengatakan point yang kedua, mmh dulu saya pernah nonton salah satu episode di Everybody Loves Raymond ( I freakin love this show), dimana saat Robert menikah, Marie- sang Ibu berdiri ditengah-tengah gereja untuk mengatakan apa yang dirasakannya, dia merasa takut Robert menikah karena hanya semata-mata desakan dari dirinya bukan karena keinginannya ?! Well, dia merasa lega telah mengatakan kejujuran dan dia merasa anak dan menantunya perlu tahu tentang kejujuran itu karena itu dianggap penting untuk masa depan mereka berdua. Ternyata Robert dan Amy –sang Istri sangat terpukul tentang kejadian tersebut, yah dan merasa cukup dipermalukan dengan kebenaran yang diucapkan.. wow , ternyata gak selamanya apa yang menurut kita benar, dan harus kita katakana ke orang yang kita sayangi itu tepat ! sadarilah people, kadang mungkin mereka sudah tahu tentang hal tersebut dan mereka punya hal lain yang membuat mereka bertahan untuk melakukannya! Truth is not always gives you freedom.. Truth is not always the answer …

Akhirnya saya mulai berpikir kapankah kita bisa mengatakan kebenaran kepada orang lain, dan kapankah sebaiknya kita diam ? Life is a game, guys.. You should play it well, observe it well before you play it ! Inilah beberapa kesimpulan yang saya temukan :

  • Ada saatnya kita membiarkan orang memilih jalannya, walaupun kadang kita tahu itu salah ? Mengapa saya berani mengatakan demikian, karena ada beberapa orang yang memiliki karakter keras, dan petualang. Untuk tipe2 orang seperti ini , saat mereka memutuskan sesuatu, mereka berusaha stick sama apa yang sudah mereka putuskan, dan merasa ego-nya akan terganggu saat kita menyatakan kebenaran , so just let them to do what they think they should, it’s ok to give the warning but not need to describe comprehensively. Let them see what happen then they will know by them self whether its good or not
  • Packaging bahasa dan penyampaian itu penting ! You can say the truth with no harm by do the packaging of your opinion; wrap it carefully with a good manner. Misalnya : saat temanmu mencoba baju yang sangat tidak sesuai dengan bentuk tubuhnya ? daripada berkata, gak bagus lebih baik, kamu langsung mencarikan baju lain yang kira-kira sesuai dengan dirinya, lalu menyodorkan kepadanya dan mungkin bilang : kayanya ini better buat lo deh, bisa bikin lo tambah keren dibanding baju yang lo pake etc etc hahahahaahah….
  • Observation make it perfect, observe dulu karakter orang yang kita hadapi, kalau dia tipe yang fair dan bisa terima kritik, why not just say the truth ?!
  • Make them think its their opinion , caranya gmana ?! ajukan banyak probing dan pertanyaan yang sedikit menjabarkan fakta2, buat dia sendiri berpikir apa yang sebenarnya sedang terjadi, well cara ini kadang efektif banget buat mutusin pacar hhahahahaha, I’ve done that ;p
  • Its True : some things are better left unsaid , ada kalanya memang kita harus bisa memahami kadang apa yang terbaik dan benar buat kita belum tentu itu diperlukan oleh orang lain. Balik lagi ke cerita Carrie di atas, Carrie akhirnya mengatakan opini sejujurnya kepada Susan tentang suaminya, dan akhirnya Susan pun meninggalkan suaminya, but in the ending, Susan kembali kepada suaminya karena dia menyadari bahwa, sekeras apapun suaminya, that’s what she needs, dia justru merindukan kegalakan suaminya tersebut ! itu yang saya bilang apa yang menurut kita benar , belum tentu bisa berguna buat orang lain

Itulah hasil penemuan saya, dan saya percaya tiap orang punya jawabannya untuk menjawab pertanyaan saya yang ada diatas , will you say the awful truth ?!

Teman, memang postingan saya ini tidak punya suatu opini yang pasti , karena menurut saya apapun yang berhubungan dengan perasaan, hubungan social dengan orang lain itu tidak mempunyai suatu formula yang pasti seperti kita belajar fisika atau matematika, semua punya dinamika-nya masing-masing, dan tugas kita adalah peka terhadap dinamika tersebut !

Pernah nonton film Up in The Air yang dimainkan oleh George Clooney, kebayang gak kalau hidup kita jadi dia, dimana tugas kita harus menjadi orang yang menyampaikan berita pemecatan ke karyawan, well itu lebih berat  karena dia tidak punya pilihan lain selain berkata jujur.. Sedangkan kita masih selalu punya pilihan, just trust that😉, jangan pernah berpikir kita tidak pernah punya pilihan, saat kita berpikir seperti itu , percaya semua kondisi persepsi dan logika kita akan tertutup dengan statement tersebut !

Kesimpulan utama yang mungkin dapat menggaris bawahi cerita ini adalah : life is game people play, stay on the rules but don’t forget to use your creativity to conquer it !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s