The Five People You Meet in Heaven: There are no random acts, We are all connected

The Five People You Meet in Heaven adalah sebuah buku karangan Mitch Albom  yang di publish pada tahun 2003. Actually I have heard this book before from a friend, but I never get a chance to buy it or search for it ! Sampai akhirnya saya sedang kebingungan mencari bacaan yang insightful, teman satu kost saya, Nani – menyarankan saya untuk membaca buku ini, tentu aja gak mungkin dia menawarkan saya membaca buku Ursula De Guin koleksinya – no offense for Ms. De Guin but I can’t stand  to read Sci-Fi books  sometimes, I prefer to watch it in movie to have a better visualization  hahahaha…

Dan mulailah saya membaca buku ini, buku ini ga terlalu tebal, jadi saya punya asumsi akan membacanya dengan cepat, dan ternyata butuh waktu lama untuk saya dalam membaca buku ini ! because I love it, saya selalu mengulang bagian yang saya suka, banyak kalimat-kalimat deskriptif yang menyentuh perasaan saya, saya kagum bagaimana bahasa yang sederhana, perumpamaan yang apa adanya dapat membuat saya serasa melakukan kontemplasi saat membaca buku ini.

Well, I am gonna tell you a bit description about this book, this book tell us a story about a man named Eddie. He is a wounded war veteran, an old man who has lived, in his mind, an uninspired life. His job is fixing rides at a seaside amusement park. On his 83rd birthday, a tragic accident kills him as he tries to save a little girl from a falling cart ! Tanpa sadar, Eddie terbangun dan mendapatkan dirinya ada di afterlife dan dia mempelajari bahwa Surga bukan sebuah hanya sebagai  tempat tujuan, tetapi ini adalah tempat dimana dia akan bertemu dengan beberapa orang yang akan membantunya untuk mengetahui apa makna hidupnya sebenarnya. Eddie pun ditemukan dengan 5 orang – orang yang tak pernah ditemuinya, orang yang dia kenal dengan baik dan bahkan dengan orang yang sangat dicintainya. Singkat kata 5 orang ini saling berkaitan dan memperkenalkan dia Misteri dari kehidupannya , yang dianggapnya “Meaningless” !

Jon Voight as Eddie & Jeff Daniels as Blueman – in the movie version

Satu hal yang sangat menyetuh saya, sering kali dalam hidup ini, kita sebagai manusia bertanya pada diri kita : Why I am here ? – kenapa saya ada di dunia ini ? apa tujuan yang ingin saya capai ? apa arti dari hidup ini – dan berbagai pertanyaan refleksi diri lainnya. Buku ini memberikan gambaran bahwa siapapun anda, apapun pekerjaan anda, apapun dosa yang pernah anda lakukan, sakit hati yang pernah anda terima – semua itu ada maknanya ! Your life is not Meaningless !! Semua diatur dalam suatu porsi yang tepat pada porosnya, ada manusia yang menyadarinya , ada juga yang tidak menyadarinya.

Pernah salah satu orang yang saya kenal yang baru saja menikah di usianya yang ke 40 berkata, “ kadang gw mikir, nda. Gw pengen sebenarnya seperti cewe-cewe lain yang bisa menikah di usia gak lebih dari 30 tahun, tapi kalau gw nikah cepet kemarin , siapa yang ngurusin Bokap gw sakit ? apalagi nyokap udah gak ada , mungkin makna hidup gw yang utama adalah ada untuk bokap gw dulu kali ya “ – well, mungkin kita bisa berkata sebenarnya bisa-bisa aja sih dia menikah tanpa harus ribet mikirin bokapnya, tapi seandainya apa yang dia pilih itu kongruen antara hati dan pikirannya , apakah dia mengambil langkah hidup yang salah ? We never know ! Sama aja seperti Eddie yang memilih gak mau keluar dari Ruby Pier – tempat kerjanya . Apakah dia dibilang gak sukses ? atau ga berkembang ? – apa yang dipilihnya ternyata mempunyai makna besar buat orang lain, saat Tala menunjukan kepadanya berapa jumlah anak yang dijaganya di tempat bermain dan berapa pekerjaannya itu berarti buat keselamatan anak2 kecil yang sedang menikmati wahana permainan di Ruby Pier sampai akhirnya Eddie menyelamatkan seorang anak yang kecelakaan dan mengorbankan hidupnya !

Guys, there’s no randoms act here, we are all connected in this life ! Tidak ada perbuatan atau pilihan yang kita lakukan tidak berarti untuk sekitar kita . We only have one life, One Life should matter kalau kata Margareth Thatcher ! hahahaha. Saya sendiri sangat tersentuh sama buku ini, buku ini membuat saya semakin bersyukur atas hidup ini – why so serious to complain about our life, banyak banget yang masih bisa kita lakukan untuk diri kita dan orang lain yang ada di sekitar kita. Just for fun, i’m wondering who my five people might be hahahaha….

Mitch Albom

Some people think of Heaven as a Garden of Eden…But what is scenery without solace? This is what heaven for: for understanding your life on earth – Mitch Albom

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s